ad1
Cerita Dewasa: Pelampiansan Nafsu bejat Demi jadi Artis
Siskaee
8:28:00 AM
Ratusange.com - Cerita Dewasa: Pelampiansan Nafsu bejat Demi jadi Artis, Cerita Mesum, Cerita18Plus, Cerita Hot Terbaru : Cerita Dewasa Nafsu Bejat demi jadi artis – Halo semuanya kali ini kisahku tentang seorang gadis yang rela diperkosa demi jadi artis. gimana mau baca keseruan ceritanya ? oke lanjut woyooo…
Namaku Hasantyo, biasa dipanggil Hasan. Sudah hampir tiga tahun ini aku bekerja di salah satu rumah produksi yg biasa membuat sinetron.
![]() |
| Foto Hot melayani Nafsu demi jadi artis |
Aku bekerja di bagian audisi dgn atasanku, Pak Deni. Orangnya galak, usianya sekitar 45an, badannya masih tegap kekar dan perkasa karena dia memang keturunan tentara.
Hari itu Pak Deni memanggilku ke ruangannya.
“San, bulan depan kita mau produksi sinetron baru. Untuk pemeran utama aku sudah dapat, tp aku masih butuh pemain pembantu dgn kriteria cewek yg cantik dan seksi. Kamu tolong siapin audisi untuk itu ya!” perintah Pak Deni padaku.
Seperti biasa aku segera menyiapkan segala sesuatu untuk diadakan audisi untuk pemeran yg dicari Pak Deni. Tp aku langsung inget dgn tetanggaku yg bernama Dina, aku berpikir sepertinya dia cocok untuk ikut audisi ini. Dina orangnya cukup cantik dan juga seksi seperti Luna Maya. Saat ini Dina sedang menganggur dan belum mendapat pekerjaan selesai dari kuliahnya.
Cerita mesum terbaru, Sebenarnya aku sudah lama memendam hasrat dgnya, pernah sewaktu masih duduk di bangku SMU aku menjadi kakak kelasnya dan “nembak” dia, tp dia menolak alesannya masih kecil dan belum siap pacaran.-cerita sex abg- Tp sekarang dia sudah punya pacar mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Rumah Dina dan rumahku tdk jauh, hanya terpaut 3 rumah. Setiap hari waktu dia masih sekolah, dia selalu melewati depan rumahku. Dgn pakaian sekolahnya yg ketat seksi, aku sering membayangkan tubuhnya yg seksi itu. Buah dada yg kenyal, dan isi dibalik roknya bikin aku sangat penasaran.
Segera saat itu juga aku telpon dia. – cerita ngentot terbaru-
“Halo, bisa bicara dgn Dina?” tanyaku di telepon.
“Iya ini Dina, ini siapa ya?”
“Ini mas Hasan, gini Din aku mau ngajakin kamu ikut audisi di kantorku kalau kamu gak sibuk. Kebetulan kami sedang mencari pemeran cewek yg cantik dan seksi. Cocok sekali dgn kamu.” Godaku
“Ah, mas Hasan bisa aja. Aku sih setuju aja mas. Kapan itu audisinya? Tp kira-kira bisa lolos ga?”
“Udah tenang aja, ntar mas Hasan bantu. Yg penting Dina datang aja dulu. Besok hari Rabu siang jam 2 ya. Aku tunggu di kantor mas. Dan jangan lupa pake pakaian yg seksi ya.”
“Oke Mas, tenang aja. Sampai ketemu.”
“Iya ini Dina, ini siapa ya?”
“Ini mas Hasan, gini Din aku mau ngajakin kamu ikut audisi di kantorku kalau kamu gak sibuk. Kebetulan kami sedang mencari pemeran cewek yg cantik dan seksi. Cocok sekali dgn kamu.” Godaku
“Ah, mas Hasan bisa aja. Aku sih setuju aja mas. Kapan itu audisinya? Tp kira-kira bisa lolos ga?”
“Udah tenang aja, ntar mas Hasan bantu. Yg penting Dina datang aja dulu. Besok hari Rabu siang jam 2 ya. Aku tunggu di kantor mas. Dan jangan lupa pake pakaian yg seksi ya.”
“Oke Mas, tenang aja. Sampai ketemu.”
Pada hari-H nya Dina datang ke kantorku dgn diantar oleh pacarnya. Dina mengenakan pakaian cukup seksi, dgn kemeja lengan panjang tp kancing bagian atasnya sengaja dia buka, jadi lipatan buah dadanya cukup nampak. Aku jadi semakin bernafsu saja melihat dia seperti itu.
“Halo mas Hasan, kenalin ini Riko.” Dina memperkenalkan pacarnya padaku.
“Halo aku Hasan. Aduh Dina kamu cantik sekali, dan seksi pula. Pasti bosku suka sekali sama kamu, dan pasti kamu diterima.” Cerita Sex Nafsu produser film
“Halo aku Hasan. Aduh Dina kamu cantik sekali, dan seksi pula. Pasti bosku suka sekali sama kamu, dan pasti kamu diterima.” Cerita Sex Nafsu produser film
Pujianku pada Dina itu membuat pacar dia jadi sedikit sewot, tp aku cuekin aja dia.
“Ayo Din, langsung masuk ka ruangan audisi aja. Bosku sudah menunggu.”
Segera aku dan Dina meninggalkan pacarnya yg sedang sewot itu di ruang tunggu.
Di dalam, Pak Deni sudah menunggu dan akhirnya audisipun dimulai.
Sekitar sepuluh menit audisi, aku mengantar Dina keluar. Tp kemudian Pak Deni memanggilku lagi
“Hasan..!! Kesini sebentar..!!” teriak Pak Deni dari dalam ruangan.
Aku segera bergegas meninggalkan Dina dan menuju ruangan itu. Baca selengkapnya...!!!!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...